Pages

#STRAYKIDS

Jumat, 03 November 2017

OH MY GOD
I CAN'T WAIT TO SEE YOU GUYSS
#STRAYKIDS










Mahasiswa kok 'nyampah' !!!

Rabu, 01 November 2017


By : Hazelnine

          Mempunyai kampus yang bagus tentu saja harus didukung dengan lingkungan yang bagus juga. Bagus di sini bukan hanya dicirikan dengan banyaknya tanaman, bunga-bunga dan lain sebagainya akan tetapi bagus di sini juga lebih merujuk terhadap kenyamanan dan kebersihan lingkungan yang bebas dari sampah. Sehingga terciptalah lingkungan yang sehat bagi para mahasiswa.
          “Sampah” merupakan suatu hal yang tidak pernah jauh dari kehidupan manusia sehari – hari. Sudah menjadi masalah yang biasa dan sering terjadi di Indonesia. Bahkan di lingkungan kampus STIE Sutaatmadja (STIESA) yang merupakan sebuah tempat dimana para mahasiswa – mahasiswi menuntut ilmu juga belum terbebas dari masalah sampah ini. Buktinya, masih banyak sampah berserakan di setiap sudut kampus. Mulai dari tempat dimana seluruh mahasiswa bisa saling bertemu dan berkumpul bersama yaitu bangunan serba guna atau yang mahasiswa – mahasiswi STIESA sering menyebutnya sebagai “BSG”, di gor, di ruangan organisasi, di setiap meja dan kursi yang ada di kampus, di ruas-ruas jalan, hingga ruang dimana belajar mengajar dilakukan pun tidak terbebas dari masalah ini. Apakah seperti itu mahasiswa – mahasiswi yang katanya cerdas dan terpelajar? Ini Kampus atau TPS? Mahasiswa kok nyampah!!!
          Menurut pendapat salah seorang mahasiswa jurusan Manajemen, “BSG itu tempat yang sering saya jumpai banyak sampah diantaranya botol minuman plastik, puntung rokok, plastik – plastik bekas makanan, tisu dan masih banyak lagi. Itu tuh ngerusak lingkungan, jadi ga enak dipandang jadi males kalau disitu,” Imbuhnya. Banyak dari mahsiswa – mahasiswi lainnya juga yang dari jurusan Akuntansi mengatakan jika masalah sampah ini dikarenakan kurangnya fasilitas tempat sampah, banyak tempat sampah yang sudah ‘full tank’  tapi belum dibersihkan dan yang paling penting adalah kurangnya kesadaran mahasiswa STIESA. Masih banyak mahasiswa STIESA yang membuang sampah sembarangan.
          Mahasiswa – mahasiswi STIESA menganggap bahwa di lingkungan kampus mereka ini tidak bersih dan masih banyak sampah. Boleh saja kalian berpendapat seperti itu, akan tetapi apakah sudah sepadan dengan perilaku yang kalian lakukan? Sebagai seorang yang terpelajar sudah sepantasnya kalian berpikir mana yang benar dan mana yang salah. Kesadaran seluruh warga STIESA sangatlah diperlukan akan tetapi lebih diutamakan untuk para mahasiswa agar kampus kita tercinta ini terbebas dari yang namanya ‘sampah’.
          Nah, di STIESA ini terdapat banyak sekali Organisasi dan UKM, salah satu organisasi yang menggarap program kerja tentang pemberantasan sampah adalah Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) yang diketuai oleh Inna Halimatul Fatonah. Program Kerja ini sudah berjalan sejak satu bulan yang lalu sampai sekarang. Teknis dari pelaksanaan proker ini adalah dengan ‘menciduk’ orang yang menyampah dengan mengambil potretnya bersama barang bukti sampah, lalu dari BPM akan mencetaknya dan menempel foto mahasiswa tersebut bersama barang buktinya di mading BPM. Dampaknya sangat – sangat baik sejak pelaksanaannya pertama kali, sampah di STIESA mulai berkurang karena mahasiswa – mahasiswi takut apabila tiba – tiba wajah mereka terpampang di mading BPM. Dengan adanya program kerja dari BPM ini masalah sampah di STIESA mulai berkurang otomatis meningkatkan kesadaran mahasiswa – mahasiswinya agar tidak membuang sampah sembarangan atau wajahnya akan terpampang di mading BPM.

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS